Psikologi sekolah adalah salah satu bagian dari psikologi pendidikan. Sesuai dengan namanya 'Pendidikan', bisa berupa pendidikan formal, pendidikan informal, dan pendidikan non formal. Sedangkan 'Sekolah' merupakan sebuah instansi sekolah.
Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi. Yang bertujuan untuk membentuk mind-set anak.
Psikologi pendidikan lebih kepada bagaimana manusia belajar dalam setting pendidikan, keefektifan sebuah pengajaran, cara mengajar, dan pengelolaan organisasi sekolah. Psikologi pendidikan adalah perkembangan dari psikologi perkembangan dan psikologi sosial, sehingga teori yang digunakan sebagian besar adalah teori psikologi perkembangan dan psikologi sosial. Psikologi pendidikan menyelidiki masalah psikologis yang terjadi dalam dunia pendidikan.
Monday, April 25, 2011
Perbedaan psikologi sekolah dan psikologi pendidikan
Wednesday, April 6, 2011
Tiga Fenomena Dengan Pembahasannya
Kelompok 19 :
- Jilly Chandra ( 10-022 )
- Veronica ( 10-026 )
- Venti Ayu Wibawa ( 10-070 )
- Dede Suhendri ( 10-078 )
Tiga fenomena yang kami bahas adalah:
- Fenomena Tawuran Antar Pelajar
- Kasus Perilaku Pelanggaran Disiplin Siswa di Sekolah
- Fenomena Kekerasan di Lembaga Pendidikan
Fenomena 1
Pada artikel ini, diceritakan bahwa perkelahian antar pelajar yang umumnya remaja sangat merugikan baik bagi pelajar maupun orang berada di sekitar lokasi tawuran. Hal ini terjadi hanya karena hal sepele, yaitu dicetaknya gol oleh pemain X yang tidak disenangin 1 suporter yang mendukung tim Y.
Teori Psikologi Pendidikan
Teori konstruktivisme adalah pendekatan untuk pembelajaran yang menekankan bahwa individu akan belajar dengan baik apabila mereka secara aktif mengkonstruksi pengetahuan dan pemahaman. Supporter yang tidak senang tidak memahami proses ini. Dia tidak senang tim yang dia dukung kalah, sehingga menjadi dendam, Padahal di setiap pertandingan harus ada yang menang dan yang kalah. Dengan kata lain, supporter tidak memahami dengan pasti apa yang harus dan tidak harus dilakukannya.
Teori Pendidikan Keluarga
Berdasarkan teori pendidikan keluarga, supporter mungkin tidak dibina dengan baik dari kecil. Orang tua dalam keluarga harus bisa menciptakan suasana keluarga yang damai dan tentram dan mencurahkan kasih sayang yang penuh terhadap anak-anaknya, meluangkan waktunya untuk sering berkumpul dengan keluarga, mengawasi proses-proses pendidikan anak dan melakukan tugas masing-masing ayah dan ibu. Kurangnya keenam hal ini dapat menyebabkan penyimpangan pada anak, seperti dendam yang dialami supporter tersebut.
Teori Bimbingan sekolah
Salah satu teori gestalt adalah Perilaku bertujuan (pusposive behavior). Artinya bahwa perilaku terarah pada tujuan. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons, tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. Oleh karena itu, guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya. Supporter membuat perilaku tawuran agar orang lain dapat mengalah, sehingga tim yang didukung supporter menang.
Fenomena 2
Yang menjadi subjek dalam pembahasan atau analisis permasalahan ini adalah siswa yang sering melakukan pelanggaran disiplin sekolah. Selanjutnya jika dikaji dari data tentang siswa yang sering melakukan pelanggaran sekolah, ternyata dikemukakan bahwa umumnya siswa yang sering membolos sekolah juga melakukan pelanggaran disiplin lain, misalnya sering terlambat datang ke sekolah, meninggalkan kelas atau sekolah sebelum waktunya, suka mengganggu teman, sering melalaikan tugas sekolah, dan berpakaian tidak rapi.
Teori Psikologi Pendidikan
Berdasarkan teori psikologi pendidikan, selain peranan motivasi, manajemen kelas yang efektif akan memaksimalkan kesempatan belajar murid. Kelas adalah multidimensional, sebuah seting untuk banyak aktivitas. Kurangnya manajemen kelas dapat menyebabkan murid malas belajar, bosan dan melakukan hal-hal lain.
Teori Pendidikan Keluarga
Pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan awal bagi anak karena pertama kalinya mereka mengenal dunia terlahir dalam lingkungan keluarga dan dididik oleh orang tua. Sehingga pengalaman masa anak-anak merupakan faktor yang sangat penting bagi perkembangan selanjutnya, keteladanan orang tua dalam tindakan sehari-hari akan menjadi wahana pendidikan moral bagi anak, membentuk anak sebagai makhluk sosial, religius, untuk menciptakan kondisi yang dapat menumbuh kembangkan inisiatif dan kreativitas anak. Orang tua yang buruk akan menghasilkan perilaku anak yang buruk pula.
Teori Bimbingan Sekolah
Berdasarkan teori Gestalt, pembelajaran yang bermakna (meaningful learning) adalah kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang bermakna akan membuat murid tidak cepat bosan, dan tidak melakukan hal lain pada waktu pembelajaran berlangsung.
Fenomena 3
Secara umum, kekerasan dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang tidak menyenangkan atau merugikan orang lain, baik secara fisik (pemukulan menggunakan tangan atau alat, penamparan, dan tendangan) maupun psikis (mengejek atau menghina, mengintimidasi, menunjukkan sikap atau ekspresi tidak senang, dan tindakan atau ucapan yang melukai perasaan orang lain). Kekerasan tidak hanya berbentuk eksploitasi fisik semata, tetapi justru kekerasan psikislah yang perlu diwaspadai karena akan menimbulkan efek traumatis yang cukup lama bagi si korban. Dewasa ini, tindakan kekerasan dalam pendidikan sering dikenal dengan istilah bullying.
Pada kenyataannya, praktik bullying ini dapat dilakukan oleh siapa saja, baik oleh teman sekelas, kakak kelas ke adik kelas, maupun bahkan seorang guru terhadap muridnya. Terlepas dari alasan apa yang melatarbelakangi tindakan tersebut dilakukan, tetap saja praktik bullying tidak bisa dibenarkan, terlebih lagi apabila terjadi di lingkungan sekolah.
Teori Psikologi Pendidikan
(Behaviorisme)Teori perkembangan perilaku, yang dapat diukur, diamati dan dihasilkan oleh respons pelajar terhadap rangsangan. Tanggapan terhadap rangsangan dapat diperkuat dengan umpan balik positif atau negatif terhadap perilaku kondisi yang diinginkan. Hukuman kadang-kadang digunakan dalam menghilangkan atau mengurangi tindakan tidak benar, diikuti dengan menjelaskan tindakan yang diinginkan. Sedangkan pada kasus diatas, perlakuan yang diberikan oleh senior kepada juniornya, malah merangsang junior belajar untuk melakukan hal yang sama. INi adalah suatu pembelajaran, pembelajaran ke arah negatif karena ia merasa perlakuan ini adalah warisan turun temurun sehingga merupakan perlakuan yang harus dilakukan.
Teori Pendidikan Keluarga
Berdasarkan teori pendidikan keluarga, kekerasan yang dilakukan oleh pelajar pada teman-temannya, juga merupakan suatu perilaku merupakan efek dari lingkungan keluarganya. Perhatian yang kurang dari orang tua juga adalah salah satu faktor yang mengakibatkan pelajaran melakukan hal-hal kasar di lingkungan tempat dia berada, tujuannya untuk menarik perhatian orang sehingga ia akan merasa diperhatikan oleh orang sekitarnya. Selain itu, perlakuan kasar juga dapat berasal dari perlakuan yang ia terima di rumah, sehingga pelajar tersebut merasa bahwa perlakuan kasar merupakan suatu hal yang wajar.
Teori Bimbingan Sekolah
Pengalaman tilikan (insight); bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. Dalam proses pembelajaran, hendaknya peserta didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa. Disini, pelajar salah atau gagal menerapkan prinsip insight ini, sehingga anggapan atau persepsi mereka tentang perlakuan kasar tersebut tidak sesuai dengan yang ada dimasyarakat. Seperti yang dilakukan pelajar tersebut, mereka melakukan kekerasan pada temannya, karena mereka telah salah mengaitkan perilaku yang kasar tersebut dengan kondisi saat ia melakukannya.
Kasus:
Referensi:
Santrock., J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group
I'm curious to this (read more)...
Saturday, March 12, 2011
Exploring Indonesia
Nah...Akhirnya selesai juga karyaku yang 1 ini.. Hilanglah semua rasa capek-capeknya proses membuat video ini mulai dari munculnya ide ini, proses pemngumpulan bahan, dan lain-lain dan... yang paling menguji kesabaranku dalam proses pembuatan video ini adalah softwarenya yang asik error, jadi saya harus restart terus (lebih kurang 20 kali sampai video ini selesai dibuat). Tapi begitu berhasil sampai tahap save video ini... PLUNGG!! semua rasa capek itu hilang.. Tapi percayalah kalau lagi seru-serunya, lagi semangat-semangatnya mengerjakan sesuatu, bisa sampai lupa makan dan mandi.. (ups.. ketauan deh belum mandi.. XD) okee sekian dulu cuap-cuap tak jelas ini.. Kembali... ke lap...? TOP!
Mengapa saya membuat video ini?Salah satu alasan saya membuat video ini adalah supaya orang lain yang belum mengenal Indonesia (terutama sumber daya alam yang ada di Indonesia), bisa mengenal tempat-tempat istimewa di Indonesia yang walaupun tentunya tidak bisa saya perkenalkan semua.. But at least, saya sudah berusaha semaksimal mungkin bagaimana supaya orang-orang tertarik untuk melihat video ini.
Ada yang perhatikan tidak kalau tulisan-tulisan yang saya muat di video saya semua bahasa Inggris? :)
Alasan saya menggunakan bahasa Inggris, supaya orang asing (eh, kejauan deh harapannya, tapi ini memang benar harapan saya, orang-orang di seluruh dunia bisa memanfaatkan video ini...hehe) bisa mengerti.
Mengapa bahasa Inggris, bukan bahasa lain...?
Bahasa lain apa coba yang banyak dimengerti oleh orang-orang di dunia?.. Nah.. Nah.. tidak ada kan??? :)
Akhir kata, saya sangat berterima kasih kepada Ibu Filia Dina Anggraeni selaku dosen pengampuh mata kuliah psikologi pendidikan, yang telah memberi kesempatan untuk mengasah kekreatifan kita. Maksudnya, kalau bukan karena ini tugas juga saya tidak kepikiran bisa membuat sesuatu seperti ini. Hehe Semoga bakal ada lagi sesuatu yang lebih kreatif lagi yang bisa saya munculkan setelah ini.
Oiya, tidak lupa juga, saya memerlukan komen-komen para pembaca sekalian terhadap karyaku. Terima kasih.
I'm curious to this (read more)...
Subscribe to:
Posts (Atom)